Wednesday, February 29, 2012

teknik membuat angket

Untuk dapat mengetahui struktur jaringan komunikasi antar alumni diperlukan suatu cara tertentu pada pengumpulan data. Adapun cara pengumpulan data jaringan komunikasi adalah dengan mengajukan pertanyaan sosiometris, yaitu pertanyaan dari siapa seseorang mendapatkan informasi tertentu. Berdasarkan pengalaman, agar jaringan dapat dibuat sisiogramnya sebaiknya orang tersebut diminta untuk menunjuk paling sedikit tiga orang sumber informasi.
            Berbeda dengan survei, dimana orang yang diwawancarai biasanya hanya suatu sample dari populasi, sedang untuk pertanyaan sosiometris ini diajukan kepada semua anggota populasi; atau dengan kata lain cara sensus. Seperti telah disebut pada pendahuluan, cara ini digunakan agar jaringan-jaringan komunikasi yang ada tidak putus karena pengambilan dengan cara sampling.
            Namun demikian, untuk jumlah populasi yang terlalu besar, sensus dirasa sangat tidak efisien, serta terlalu banyak biayanya. Untuk itu, orang mengumpulkan data sosiometris dengan suatu cara yang disebut snow balling. Dari orang-orang yang telah mendapat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, kita mendapatkan beberapa nama. Nama-nama tersebut kita jadikan sasaran berikutnya. Demikian seterusnya.
            Secara umum, dalam kuesioner analisis jaringan tracer study terdapat tiga kelompok pertanyaan yang perlu dibuat>

Pertama, kelompok identitas responden
            Seperti dalam studi lain, identitas responden yang pokok meliputi identitas diri yaitu: (1) Nama, (2) Tanggal lahir/Usia, (3) kedudukan/jabatan dalam kelompok, (4) lama aktif atau berkiprah dalam kelompok/organisasi tersebut.
            Pertanyaan pertama dan kedua, jelas, memang sangat diperlukan untuk mengetahui identitas responden. Sedangkan pertanyaan ketiga dan keempat, diperlukan terutama untuk mengetahui kedudukan atau posisi yang bersangkutan dalam kelompok, selama yang bersangkutan menjadi anggota (jaringan) kelompok tersebut. Ada kalanya responden dengan jabatan pengurus kelompok tetapi kiprahnya tidak begitu tampak, meskipun masa aktifnya telah lama. Kemungkinan lain adalah responden dengan kedudukan anggota, dengan masa aktif cukup lama, tetapi memiliki pengaruh kuat- karena yang bersangkutan menjadi sumber informasi dalam kelompok kecil tersebut. Ringkasnya, yang ingin dilihat dari jawaban pertanyaan nomor 3 dan 4 adalah kedudukan riil – baik secara sosiologis (jabatan) maupun secara psikologis (kedekatan emosional terhadap anggota tim) – dari responden.

Kedua, kelompok pertanyaan pokok
            Yaitu pengetahuan, sikap dan perilaku yang ingin diketahui/ditelusur dari responden. Misalnya, tracer study tentang jaringan komunikasi KB, khususnya inovasi dan adopsi metode kontrasepsi modern di kecamatan X, maka pertanyaan yang diajukan dapat berkisar pada:
  1. pengetahuan responden tentang metode kontrasepsi modern.
  2. Sikap responden tentang penggunaan metode kontrasepsi modern.
  3. Perilaku responden dalam penggunaan metode kontrtasepsi modern.
Dalam istilah Bloom (1949) pengetahuan disebut ranah kognitif, sikap disebut ranah afektif dan perilaku disebut ranah psikomotor. Masing-masing ranah tersebut dapat dibuat lebih dari satu pertanyaan. Misalnya, masing-masing tiga, sehingga semuanya menjadi sembilan pertanyaan.
            Contoh lain, adalah jaringan komunikasi agama (Islam) dan tingkatan religiusitas ibu-ibu dalam sebuah kelompok pengajian. Pertanyaan pokoknya adalah: pengetahuan, sikap dan perilaku responden tentang agama Islam dan atau dalam menjalankan praktik beragama Islam. Meminjam kategori Glock dan Stark (1963 dikutip Ancok, 1987), konsep religeusitas mempunyai lima dimensi, yaitu (1) ritual involvement- peribadahan wajib, (2) ideological involvement – keyakinan, (3) intellectual involvement – pengetahuan agama, (4) experiential involvement – pengalaman agama, (5) consequential involvement – keterlibatan dalam kegiatan masyarakat.  Karena itu, pertanyaan dari masing-masing dimensi dapat berjumlah misalnya tiga buah, sehingga semuanya berjumlah 15 buah.

Ketiga, pertanyaan sosiometris
            Yaitu pertanyaan tentang darimana responden tersebut memperoleh informasi tertentu. Misalnya, dalam jaringan komunikasi KB di atas, pertanyaannya adalah: darimana responden mendapatkan informasi tentang metode kontrasepsi modern dalam ber-KB. Dalam jaringan komunikasi agama ibu-ibu pengajian, adalah darimana responden mendapatkan informasi tentang aktivitas keagamaan/pengajian tersebut. Orang atau anggota kelompok yang disebutkan dapat berasal dari kelompok itu maupun dari kelompok lain. Agar tidak condong keluar, dan lebih memusatkan perhatian pada anggota kelompok sendiri, pertanyaan sosiometris ini dapat diberi jawaban antara empat sampai enam pilihan.

pengertian angket

Angket adalah suatu daftar pertanyaan tertulis yang terinci danlengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau halhalyang diketahuinya .Melalui angket, hal-hal tentang diri responden dapat diketahui.Misalnya, tentang keadaan atau data dirinya seperti pengalaman, sikap,minat, kebiasaan belajar, dan lain sebagainya. Isi angket dapat berupapertanyaan-pertanyaan tentang responden. Pertanyaan-pertanyaan tersebutdirumuskan sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh jawaban yangobyektif. Juga perlu dijalin kerja sama antara pemberi angket danresponden melalui pengantar angket yang simpatik, sehingga respondenterdorong bekerja sama dan rela mengisinya secara jujur.Pada pokoknya angket dibagi menjadi 2, yaitu berdasarkan cara menjawabpertanyaan dan bagaimana jawaban diberikan.Ditinjau dari cara menjawab pertanyaannya, angket dibagi menjadi 2,yaitu:a) Angket terbuka atau tak berstruktur, adalah angket yang disusunsedemikian rupa, sehingga responden secara bebas dapat memberikansesuai dengan bahasanya sendiri. Contoh: Bagaimana pendapat andajika di Sekolah ini didirikan klub sepak bola basket?b) Angket tertutup atau berstruktur, adalah angket yang disususnsedemikisn rupa sehingga responden tinggal memilih jawaban yangdisediakan. Contoh: Apakah anda mempunyai sepeda motor sendiri?( )Ya ( ) TidakDitinjau dari jawaban yang diberikan angket dapat dibagi menjadi 2, yaitu: a) Angket langsung, ialah angket yang dikirim kepada responden danlangsung diisinya. Contoh: Apakah anda mempunyai sepeda motorsendiri? ( ) Ya ( ) Tidakb) Angket tak langsung, ialah angket yang dikirim kepada responden dandijawab oleh orang yang bukan diminta keterangannya. Jadi respondenmenjawab pertanyaan tentang orang lain. Contoh: Apakah tersediatempat belajar sendiri bagi anak anda? ( ) Ya ( ) Tidak.30Adapun kelebihan observasi adalah sebagai berikut:a) Angket dapat diberikan kepada sejumlah besar responden tanpakehadiran penilai.b) Cara menjawab angket disesuaikan dengan kesempatannya sendiri dansejujur-jujurnya.c) Data jawaban responden lebih mudah diolah, karena pertanyaan yangdiberikan responden sama.Sedangkan beberapa kelemahan observasi antara lain:a) Karena angket merupakan daftar pertanyaan tertulis, jawaban hanyadapat diberikan oleh responden yang dapat membacanya. Disampingitu seringkali pertanyaan tidak dijawab secara lengkap oleh respondendan merupakan jawaban final. b) Angket yang dikembalikan tidak mencapai jumlah yang duharapkandan dibutuhkan waktu yang cukup lama.c) Apabila pertanyaan tidak disusun dengan baik, jawaban-jawaban yangdihasilkan tidak objektif.