1 . Jelaskan
apa yang mendasari Interaksi Manusia dan Komputer….?
Mekanisme interaksi antara user
dengan paket word processing yang banyak digunakan , umumnya berbasis menu dan
dikelompokkan untuk merefleksikan fungsi yang dilakukan submenu tersebut
. Misalnya ,pilihan “save” dan “delete “ diklasifiksikan sebagai “operasi file”
berada dalam satu kelompok yang sama . Jika user kurang teliti atau tidak
sengaja terpilih ‘delete” padahal yang dimaksud adalah “save” ,maka akibatnya
bisa terhapus data yang kita miliki,,,,hal ini dapat merugikan user.
ini bisa terjadi …? Padahal computer
digunakan sebagai user friendly dan mudah digunakan , apakah si pembuat tidak
memperhitungkan konisi atau kejadian yang akan dialami oleh pemakai..? atau
mungkin pembuat sudah terlalu ahli sehingga tidak memperhitungkan kesalahan
yang mungkin akan dialami oleh pemakai….
Pembuat harus berpikir bagaimana
computer dan perangkat lainnya dapat digunakan oleh user tanpa harus merasa
kesulitan ,,, memang tidak mudah merancang sisitem yang konsisten dan handal
yang dapat mengantisipasi semua ketidaktelitian user.interface ukan hanya aspek
yang dibuat pada saat akhir tapi sebagai satu kesatuan dengan keseluruhan
sistem ,desainer tidak hanya memberikan tampilan yang bagus saja namun juga
harus dapat mendukung pekerjaan yang dilkukan user dan dibuat untuk menghindari
kesalahan kesalahan kecil.
Gbr . Pola pikir Desainer IMK
Berdasarkan
sejarahnya Interaksi Manusia dan Komputer dapat dijelaskan sebagai berikut :
Ketika komputer pertama kali
diperkenalkan secara komersial pada tahun 50-an, mesin ini sangat sulit dipakai
dan sangat tidak praktis. Hal demikian karena waktu itu komputer merupakan
mesin yang sangat mahal dan besar, hanya dipakai dikalangan tertentu, misalnya
para ilmuwan atau ahli-ahli teknik.
Setelah komputer pribadi (PC)
diperkenalkan pada tahun 70-an, maka berkembanglah penggunaan teknologi ini
secara cepat dan mengagurnkan ke berbagai penjuru kehidupan (pendidikan,
perdagangan, pertahanan, perusahaan, dan sebagainya). Kemajuan-kemajuan
teknologi tersebut akhirnya juga mempengaruhi rancangan sistem. Sistem
rancangan dituntut harus bisa memenuhi kebutuhan pemakai, sistem harus
mempunyai kecocokkan dengan kebutuhan pemakai atau suatu sistem yang dirancang
harus berorientasi kepada pemakai. Pada awal tahun 70-an ini, juga mulai muncul
isu teknik antarmuka pemakai (user interface) yang diketahui sebagai
Man-Machine Interaction (MMI) atau Interaksi Manusia-Mesin.
Pada Man-Machine Interaction sudah diterapkan
sistem yang “user friendly”. Narnun, sifat user friendly pada MMI ini diartikan
secara terbatas. User friendly pada MMI hanya dikaitkan dengan aspek-aspek yang
berhubungan dengan estetika atau keindahan tampilan pada layar saja. Sistem
tersebut hanya menitik beratkan pada aspek rancangan antarmukanya saja,
sedangkan faktor-faktor atau aspek-aspek yang berhubungan dengan pemakai baik
secara organisasi atau individu belum diperhatikan [PRE94].
Para peneliti akademis mengatakan
suatu rancangan sistem yang berorientasi kepada pemakai, yang memperhatikan
kapabilitas dan kelemahan pemakai ataupun sistem (komputer) akan memberi
kontribusi kepada interaksi manusia-komputer yang lebih baik. Maka pada
pertengahan tahun 80-an diperkenalkanlah istilah Human-Computer Interaction
(HCI) atau Interaksi Manusia-Komputer.
Pada HCI ini cakupan atau fokus
perhatiannya lebih luas, tidak hanya berfokus pada rancangan antarmuka saja,
tetapi juga memperhatikan semua aspek yang berhubungan dengan interaksi antara
manusia dan komputer. HCI ini kemudian berkembang sebagai disiplin ilmu
tersendiri (yang merupakan bidang ilmu interdisipliner) yang membahas hubungan
tirnbal balik antara manusia-komputer beserta efek-efek yang terjadi
Dengan demikian terlihat jelas bahwa
fokus perhatian HCI tidak hanya pada keindahan tampilannya saja atau hanya
tertuju pada tampilan antarmukanya saja, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek
pamakai, implementasi sistem rancangannya dan fenomena lingkungannya, dan
lainnya. Misalnya, rancangan sistem itu harus memperhatikan kenyamanan pemakai,
kemudahan dalam pemakaian, mudah untuk dipelajari dlsb.
Tujuan dari HCI adalah untuk
menghasilkan sistem yang bermanfaat (usable) dan aman (safe), artinya sistem
tersebut dapat berfungsi dengan baik. Sistem tersebut bisa untuk mengembangkan
dan meningkatkan keamanan (safety), utilitas (utility), ketergunaan
(usability), efektifitas (efectiveness) dan efisiensinya (eficiency). Sistem
yang dimaksud konteksnya tidak hanya pada perangkat keras dan perangkat lunak,
tetapi juga mencakup lingkungan secara keseluruhan, baik itu lingkungan
organisasi masyarakat kerja atau lingkungan keluarga. Sedangkan utilitas
mengacu kepada fungsionalitas sistem atau sistem tersebut dapat meningkatkan
efektifitas dan efesiensi kerjanya. Ketergunaan (usability) disini dimaksudkan
bahwa sstem yang dibuat tersebut mudah digunakan dan mudah dipelajari baik
secara individu ataupun kelompok.
Kepentingan pemakai sistem harus
didahulukan, pemakai tidak bisa diubah secara radikal terhadap sistem yang
telah ada, sistem yang dirancang harus cocok dengan kebutuhan-kebutuhan
pemakai.
Selanjutnya, dalam berinteraksi
dengan komputer, para pemakai pertama kali akan berhadapan dengan perangkat
keras komputer. Untuk sampai pada isi yang ingin disampaikan oleh perangkat
lunak, pemakai dihadapkan terlebih dahulu dengan seperangkat alat seperti papan
ketik (keyboard), monitor, mouse, joystick, dan lain-lain. Pemakai harus dapat
mengoperasikan seperangkat alat tersebut. Selanjutnya, pemakai akan berhadapan
dengan macam-macam tampilan menu, macam-macam perintah yang terdiri dari kata
atau kata-kata yang harus diketikkannya, misalnya save, copy, delete, atau
macam-macam ikon. Peralatan, perintah, ikon dan lain-lain yang disebutkan di
atas dikenal dengan nama interface (antarmuka). Interface ini merupakan lapisan
pertama yang langsung bertatap muka dengan pemakai.
2 . Disiplin
Ilmu apa saja yang terlibat dalam Interaksi Manusia dan Komputer ….?
Pada Interaksi Manusia dan
Komputer atau HCI (Human Computer Interaction) ini cakupan atau
fokus perhatiannya lebih luas, tidak hanya berfokus pada rancangan antarmuka
saja, tetapi juga memperhatikan semua aspek atau disiplim ilmu yang berhubungan
dengan interaksi antara manusia dan komputer. HCI ini kemudian berkembang
sebagai disiplin ilmu tersendiri (yang merupakan bidang ilmu interdisipliner)
yang membahas hubungan tirnbal balik antara manusia-komputer beserta efek-efek
yang terjadi diantaranya adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara
manusia dan komputer yang meliputi perancangan, evaluasi, dan implementasi
antarmuka pengguna computer agar mudah digunakan oleh manusia.
Interaksi adalah komunikasi antara user
dengan komputer, dapat secara langsung maupun tidak langsung. Komputer
adalah teknologi dari desktop sampai sistem komputer besar, system pengontrolan
proses atau sistem embedded.
Sedangkan Interaksi Manusia dan
Komputer itu sendiri adalah serangkaian proses, dialog dan kegiatan yang
dilakukan oleh manusia untuk berinteraksi dengan komputer yang keduanya saling
memberikan masukan dan umpan balik melalui sebuah antarmuka (interface) untuk
memperoleh hasil akhir yang diharapkan. Tujuannya adalah untuk menghasilkan
sistem yang bermanfaat (usable) dan aman (safe), artinya sistem tersebut dapat
berfungsi dengan baik.
Beberapa
aspek yang menjadi focus dalam perancangan sebuah antarmuka ialah :
- Metodologi dan proses yang digunakan dalam perancangan sebuah antarmuka
- Metode implementasi antarmuka
- Metode evaluasi dan perbandingan antarmuka
- Pengembangan antarmuka baru
- Mengembangkan sebuah deskripsi dan prediksi atau teori dari sebuah antarmuka baru
IMK
merupakan subyek multi disiplin yang melibatkan berbagai bidang ilmu. Yang
terkait dengan IMK :
- Psikologi dan ilmu kognitif yang memberikan dasar pengetahuan mengenai persepsi user , kognitif, kemampuan memecahkan masalah .
- Ergonomi yang memberikan dasar pengetahuan mengenai kemampuan / karateristik fisik user.
- Sosiologi yang membantu pemahaman mengenai konsep interaksi secara luas.
- Ilmu Komputer dan teknik rekayasa untuk membangun teknologi yang dibutuhkan .
- Bisnis yang memberikan pengetahuan agar mampu memasarkan hasil.
- Desain grafis agar mampu untuk menghasilkan presentasi yang efektif mengenai interface .
- Technical writing agar mampu membuat manual .
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
Gbr.imk merupakan subyek disiplin
3 . Jelaskan
kesimpulan Interaksi Manusia dan Komputer berdasarkan kedua soal diatas…?
Jadi kesimpulan yang dapat diambil
dari kedua soal diatas adalah bagaimana cara meningkatkan kemampuan komputer
agar lebih mempermudah manusia atau user dalam berinteraksi / menggunakan atau
yang paling penting adalah membuat bagaimana keinginginan user dapat terpenuhi
sesudah memakai komputer tentunya dengan cara yang mudah .Selain itu
dapat disimpulkan apa apa saja yang didapat dari 2 soal diatas yaitu factor
penyebab adanya IMK ,tujuan dari IMK apa apa saja yang harus dibutuhkan
desainer IMK dll.
Faktor
Penyebab adanya pembahasan tentang IMK
- Pada awal perkembangan computer tahun 1950, masih sangat sulit dioperasikan, tidak praktis, dan waktu eksekusinya sulit diprediksi.
- Ukurannya sangat besar dan harganya sangat mahal, sehingga jika dibandingkan tenaga buruh saat itu masih jauh lebih murah.
- Hanya dapat dioperasikan oleh tenaga teknisi spesialis yang sudah terbiasa melakukan pemrograman secara on-line dengan menggunakan kartu plong(punch card).
- Hanya sedikit yang diketahui tentang bagaimana membuatnya mudah untuk digunakan.
Tujuan Utama
IMK
Tujuan utama
IMK adalah untuk membuat sistem yang lebih:
- Berguna(usable)
- Aman
- Produktif
- Efektif
- Efisien
- Fungsional
Perancang
IMK harus
mengerti hal hal dibawah ,yaitu :
- Membutuhkan pengetahuan tentang Tujuan manusia
- Kemampuan dan keterbatasan manusia
- Kemampuan dan keterbatasan komputer
- Pekerjaan
- Aspek sosial
- Aspek Organisasi
- Lingkungan kerja
- Interaksi diantara elemen-elemen diatas
Jadi secara singkat dapat
disimpulkan paling tidak sedikit dikitnya sebagai desainer computer harus
memikirkan seperti bagaimana orang mengendarai kendaraan bermotor ,,,jadi orang
tersebut tidak berpikir bagaimana mesin tersebut bekerja tapi dia berpikir
untuk mengendarai saja kekanan kiri atau lurus